Bismillaah
Salju,
Ini tentang Gio. Jadi, tadi pagi dia menemuiku di perpustakaan. Dia mengatakan, sengaja menemuiku untuk menyampaikan ini. Kado. Aku bingung. You know lah, Salju, aku tidak sedang merayakan apa pun. Lagi pula, tidak menyangka Gio bisa ada di sini. Kan, sudah pindah ke LA. Ummm, antara kaget dan tidak percaya rasanya. Eh, tunggu dulu! Maksudku, tiba-tiba dia datang. Tak ada angin, tak ada hujan ....
Tadi itu, aku sedang mencari-cari Religion Face In Media-nya Reed di rak yang paling ujung. Sementara Mexican dan Android sedang di ruang baca. Tiba-tiba, seseorang mendekatiku. Aku mendongak dan itu Gio. Masya Allaah.
• Bagaimana dia tahu aka ada di sini? Perpustakaan maksudku.
• Dia tidak pangling ya, aku pakek niqab.
• Dia menangis, melihatku dengan kursi roda. Air matanya tumpah.
• Katanya dia sedih sekali ....
• Dia sempat mengatakan, "Get well soon, Nohara." Sebelum akhirnya pergi.
Yaaah, sebentar sekali. Sangat sebentar. Dan, kado ini diletakkannya di atas pangkuanku. Tanpa menyentuhku, tentu saja. Dia paham itu. Alhamdulillaah, Allaah memahamkannya.
Aku bingung. Terkejut. Takut. Sedih. Terharu. Senang. Dan semua itu bergumul dalam lubuk hati. Gio sudah benar-benar menjadi mukmin. Cara mengucap salamnya sudah tidak kaku lagi. Begitu juga saat menyebut Allaah, sudah benar sekarang. Tidak salah-salah lagi. Alhamdulillaah, semoga Allaah merahmatinya. Aamiin.
Kadonya belum kubuka, Salju. Mungkin, nanti malam. Sebelum tidur. Semoga Allaah menyertakan kebaikan. Aamiin. Jazakallaahu khayra, Gio.
---#---
You know, ahahay it's naration unique salju
BalasHapus@Atep Setiawan,
BalasHapusYou know laaah, hehe