Bismillaah
Kepingan Rasaku
Menemukan dua keping kata ini, saat melihat Mexican menangis di Mushalla. She said, "I'm not a good Muslimah yet. Allaah, forgive me, please," dan dengan tersedu memelukku. Oh, Mexican. Kau, Muslimah yang baik. Allaah Tahu itu.
Kudekap erat Mexican. Biarlah air matanya melinang, meluruhkan duka. Mengikis sedih. Semoga Allaah menghadiahinya kebahagiaan.
Itu berlangsung cukup lama. Sempat khawatir kami akan tertinggal Mata Kuliah Antrophology And Religion. Masalahnya, dosennya benar-benar cetar!
Namun, bagiku, menemani Mexican itu adalah prioritas. Dia, sahabat yang baik.
*
"So?" Tanyaku setelah jam Mata Kuliah berakhir. Mexican menatapku lekat. Seolah mencari sesuatu di dalam mataku. Ummm, what's goin on? pensive
"Aku sudah memutuskan untuk putus!" Ucapnya tegas. Meski dalam ketegasan itu aku menemukan luka. Luka yang teramat dalam.
Oooh, jadi, Mexican putus sama Becham? Alhamdulillaah, ini sih berita TOP! "Allright. Itu keputusan yang tepat. Sangat tepat!"
"Yes, Nohara. Please, pray for me. It's so hurt." Katanya lirih. Tangan kami saling menggenggam.
***
Tring!
PM masuk. Kulihat, Mexican.
Nohara, aku tahu ini sakit. Saaakiiit. Tapi, demi Rabb, aku ikhlas. Rabb, Yang telah merahmatiku dengan Islam. Ganbatte, Mexican. Tidak kah kau ikut senang, Nohara?
Alhamdulillaah. Yippieee! Seruuuu tralala.
---#---
Belum ada tanggapan untuk "Kepingan Rasaku"
Posting Komentar