Bismillaah
Rabb ... Saat rindu bergelayut seperti ini, apa dayaku? Bahkan meneteskan air mata pun rasanya tiada kuasa. Tak berdaya!
Aku merindukannya. Mereka. Yaaah ... Salju Lembut dan Lovely Papa. Aaah, Rabb, mengapa aku jadi begini? Mengapa hatiku berdebar-debar seperti ini? Mengapa? Ada apa?
Rasanya, gelayutan rindu ini, membuatku ambruk. Luruh dalam pusarannya. Tenggelam.
Hanya doa, Rabb. Hanya itu yang bisa kupersembahkan untuk mereka. Semoga Engkau selalu menjaga. Menempatkan mereka di sebaik-baik tempat di sisimu. Teristimewa untuk Lovely Papa, "Your Little Angel sedang sangat rapuh, Papa. Seperti seekor bayi waterkip yang tersesat di bawah jembatan. Tersangkut di antara reranting kecil yang berguguran terhanyut di kanal. Yaaah, tanpa Papa, Okinohara menjadi seperti itu. Tapi, Okinohara selalu ingat pesan Papa; "Little Angel Allaah mencintaimu. Allaah membahagiakanmu dan Allaah membersamaimu, selalu. Be happy, little Angel!"
Allaahummaghfirlahum warhamhum wa'afihii wa'fu'anhum. Aamiin.
Belum ada tanggapan untuk "Tasbih Rindu"
Posting Komentar