Serial: Labil 0 KM

Bismillaah

---Say No To Membolos---

Cukup, ini yang terakhir! Ogah gue. Masa setiap hari kena hukuman. Mending kalau hukumannya makan mie ayam atau bakso di kantin, sepuluh mangkok juga hayuk. Lah ini, paling ringan, nguras kamar mandi. WC. Duh, berasa di penjara deh gue. Eh. Amit-amit. Jangan sampelah gue yang sekeren ini masuk penjara. Ngintip juga gue ogah. Amit-amit!

Salah gue juga sih. Ngapain juga coba mesti gabung sama The Cute mending kalau anak-anaknya tuh cantik, anggun seksi, manis sama kayak namanya. Ini, jerawatannya aja udah kayak rempeyek kacang buatan Nyokap! Hehe. Kecuali gue dong. Anggota The Cute yang paling caaantiiik.

"Iyeee, gue." Paling sulit kalau Sandra nelpon. Dia itu, ketua The Cute. Sulitnya, kalau udah ngomong nggak bisa dipotong. Pernah lho, gue tinggal tidur pas nelpon. Eh, paginya kena semprot deh! Salah sendiri kan? Emang penyiar radio? Dia ngomong gue ndengerin?

"Udah tidur lo, Ka? Gue ada good news nih. Mau tau gak?"

"Gak. Eh. Iye. Apa?"

Bla, bla, bla. Yaelah, gitu aja good news? Preeet! Gak asyik banget! Eeeh, apa tadi? Tunggu dulu!

Sandra bilang, "Besok kita nonton bareng! Jadi segera cebete jam istirahat pertama. Kumpul di kebun pisang!"

Wealah?! Apa sih? Nonton apa? Gue ikutlaaah! Rugi kan ...?

---#---

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Serial: Labil 0 KM"

Posting Komentar