Serial: Jannah Family

Bismillaah

---Puri Dan Pantai---

Ini, hari terakhir mereka di rumah Bapak. Besok, mereka sudah harus kembali ke Jakarta dan lusa, sudah harus berangkat ke Belanda. Benar-benar perjalanan yang panjang. Semoga Allaah memberikan keberkahan. Aamiin.

"Maaas, Puri mau ke pantai," rengeknya waktu selesai shalat Shubuh tadi. Itu biasa. Karena semenjak berbadan dua, Puri cenderung manja dan lebih sensitif dari sebelumnya. Alhamdulillaah, Tsun selalu bisa menyikapinya dengan sabar. Dan itulah cinta. Karena cinta adalah menjaga. Menjaga dengan sabar.

"Iya, Dik. Nanti ya?" Tsun menutupkan selimut Puri hingga ke leher. Di rumah Bapak, dingin sekali setiap pagi. Sampai nanti matahari sepenggalah naik. Itu masalah, karena Puri akan semakin mual dan muntah setiap kali kedinginan. Di Jakarta, seperti itu yang terjadi. Semoga tidak dengan di sini.

"Aaah, Puri maunya sekarang. Hik," rajuknya. Wajahnya cemberut manis. Hehe. Tsun merangkulnya dari belakang.

"Masih dingin, Dik. Nanti ya, agak siangan," bujuk Tsun. Kini tangannya mengusap-usap perut Puri. Menyapa Anak Cinta.

Mendapat jawaban Tsun, bukannya menerima dan mengerti, Puri malah menangis. Tangis yang terdengar sedih dan kecewa. Semakin lama semakin keras.

"Puri maunya sekarang, Mas. Hik. Mas pelit. Mas gituuuh, Mas nakal. Mas bowong. Katanya mau mengajak ke pantai. Hik. Hik. Hik." Puri menangis sejadi-jadinya. Tsun kuwalahan. Ya Allaah, ini kan masih pagi buta. Masa sudah minta ke pantai?

"Ssst, Shalihahnya Mas. Nanti ya, sebentar lagi ya?" Bujuknya lagi. Meskipun tahu, hanya akan ada hik, dan hik berikutnya. Tetapi, Tsun dengan sabar menenangkan dan meyakinkan Puri. "Cup, cup. Masa nangis? Nanti kalau Dedek Bayinya ikut nangis gimana? Kan nggak lucu kan, Dik? Masa Umminya nangis? Hayo?"

"Maaas, Puri maunya sekarang. Hiiik," Puri sesenggukan. Mungkin, sudah lelah menangis. Jadi, tinggal air mata yang mengucur tanpa suara manjanya lagi. "Mau ... Sekarang ... Mas,"

"Iyaaah. Sekarang. Hem ...," Tsun mengecup keningnya mesra. Penuh cinta. "Kamu tambah cantik lho, Dik. Ngaca gih! Hehehe,"

---#---

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Serial: Jannah Family"

Posting Komentar