Bismillaah
Lihatlah, Salju, Jasmine sudah menyembulkan kuncup-kuncup mungilnya. Suci putihnya memesona kalbu. Kalbu, dimana cikal rindu bersemayam di rahim hati. Meringkuk, bagaikan janin di kandungan seorang ibu.
Jasmine. Kau ingat, Salju?
Dulu, dulu sekali, Papa dan aku menanamnya di sini. Haha. Aku memecahkan pot tanah liatnya. Ummm, lupa-lupa ingat, kejadiannya. Sepertinya, aku mau mengambil skop dan praaak! Sudah pecah ....
Jasmine. Kesukaan Papa. May be, it's His fave flower.
Tapi, seingatku, Papa lebih menyukai red rose. Selalu memetikkan untuk Mama, di Minie-minie Garden. Haha. Pernah, satu ruangan di setiap sudutnya ada buket red rose. Aaah, Papa, you're so romantic.
Ummm, kuncupannya ada lima belas, Salju. Lihatlah!
If Papa was here ... Mengamati satu per satu dan senyum kasih sayangnya itu, pasti akan melengkung-lengkung indah di wajah bijaknya. Wajah bijak penuh cinta, yang begitu lekat di hatiku! Papa, kijk eerst, Papa. Jasmine is stunning!
Salju, kau tahu, bagaimana cara menepis rindu?
Melantunkan doa
Memeluk erat kenang
Mengusap-usap bayang
Lalu, membiarkan air mata melinang ....
Leiden, 8 September 2015
Belum ada tanggapan untuk "Sekuncup Jasmine"
Posting Komentar