Bismillaah
Bayangmu
An acrosstic poem by Sakura Sizuoka
Bayangmu memelukku setiap waktu
Akan kah itu selamanya?
Yang tiada akan pernah berakhir
Aku, jujur, tak ingin itu terusik jeda
Nanti, aku bisa mati!
Gugur bersama daun-daun di musim gugur ... Bayangmu itu,
Mendekapkan pintalan halus serupa kabut
Untukku?
Leiden, 7 September 2015
Belum ada tanggapan untuk "Bayangmu"
Posting Komentar