Bismillaah
Salju,
Aku kehabisan kata. Manakala gorden jendela kamarku menari-nari gemulai bersama angin yang berdesing. Seolah aku mendengar desingannya menjeritkan rasa yang teramat dalam menghunjam. Siiing, siiing, siiing yang panjaaang!
Terdiam diriku, di tepian ranjang. Menatapi anggun gemulainya tarian itu. Gorden bercorak sun flower kecil-kecil dengan warna dasar hijau muda. Aku bergidik, saat jam wekerku--Kau ingat namanya, bukan?--dengan merdu melantunkan Twinkle Twinkle Little Star.
Oooh, belum pagi. Jadi, tadi itu angin kencang? Sungguhan? Bukan mimpi? Oooh, iya, terkadang di penghujung musim semi, angin malam menjadi sedikit lebih kencang. Siiing, siiing, siiing! Merindiiing!
Salju,
Kau tahu kan, aku tidak bisa tidur lagi setiap kali terjaga seperti ini. Menyalakan lampu kamar dan menulis, jauh lebih baik. Eh, tunggu dulu. Aku kehabisan kata--Tadi itu, Salju--dan semoga saat sudah mensucikan diri dengan air wudhu, Allaah menggelarkan kata-kata indah. Untukku. Agar roncean kataku, meski sederhana, menjadi kata-kata yang bermanfaat dan mengandung hikmah. Aamiin.
Selamat dini hari, angin malam ....
Belum ada tanggapan untuk "Aku Kehabisan Kata"
Posting Komentar