To: Summer

Bismillaah



Assalamu'alaykum, Summer



Alhamdulillaah dan aku hanya punya alhamdulillaah untuk menyambutmu. Syukur yang tak terhingga, begitu dalam rasanya, atas segala cinta dan kasih sayang-Nya. Hingga diri masih diberikan kekuatan untuk ada di bumi ini. Durhaka sekali rasanya, ketika setiap hembusan napas ini tak lagi kusyukuri. Detak jantung, langkah kaki, gerak tangan, putaran otak dan seluruh anggota tubuh ini ... Semakin indah kurasakan. Lebih indah dari detik-detik yang telah berlalu. Aaah, aku semakin rindu!



Rindu, akan perjumpaan itu.

Perjumpaan dengan Wajah Allaah Yang Maha Cinta, dengan segala penuh. Allaah, Allaah, Allaah.

Sungguh, tak terlukiskan bahagiaku tentang saat itu. Allaah, ridhai hamba-Mu ini. Okinohara-Mu, yang kini hanya mengharapkan saat itu. Saat Yang Kau janjikan dalam Kita Suci-Mu. Allaah, peluk aku. Erat. Mohon, jangan pernah lepaskan. Betapa aku, membutuhkan-Mu. Selalu, selamanya. Allaah, Allaah, Allaah.



Dia, mereka atau siapa saja boleh meninggalkanku. Tanpa kecuali. Bagiku, berpelukan dengan-Mu, itu sudah sangaaat cukup. Cukup!



Allaah, pleaseee, izinkanku selalu hangat dan damai dalam pelukan cinta dan kasih sayang-Mu.

Aamiin.

Engkau Segala-ku.

The One And Only-ku.

Forever!



Summer yang berlalu ... Semua tak sama!

Dia terlihat begitu indah mempesona. Menghanyutkan jiwa! Namun kini, summer baru saja menampakkan wajahnya dan dia telah melangkahkan kaki. Meninggalkanku!



Itulah dunia!

Dunia.

Fata morgana.

Setetes air di ujung jari, di atas samudera.



Kuhela napas, saat hendak mengakhirkan kata.

Good bye, Secercah Sinar

Baarakallaahu fiik.

Aamiin

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "To: Summer"

Posting Komentar