Cinta ... Yaa Rabb
Aku sangat yakin pada keadilan-Mu
Engkau Maha Adil atas segala sesuatu
Maha Bijaksana
Engkau, takkan biarkanku dalam keterpurukan
Keterpurukan?
Cinta, apakah aku sedang terpuruk?
Sepertinya sih tidak!
Hanya sedang shocked dengan semua kenyataan yang tergelar
Eh.
Engkau gelarkan
Kan, semua juga terjadi atas izin-Mu
Takkan terjadi sesuatu, takkan ada sesuatu keculai Engkau kehendaki
Bersyukur pada-Mu, Cinta
Jadi, aku semakin mengerti dan memahami apa itu hakikat manusia
Manusia?
Sok sekali aku, mengatakan seperti itu
Sedangkan siapalah aku?
Anak manusia yang kata Eyang masih ingusan!
Berani-beraninya melabeli diri dengan mengerti daan memahami
Jujur, hanya ingin menegarkan diri sendiri
Tegar
Kuat!
Penuh semangat!
Sepanjang hayat
Bismillaah
Tidak apa-apa, dibohongi!
Silakan dustai diriku, anak manusia yang dhaif dan faqir ini
Yang tak berdaya
Yang polos dan lugu
Tambah satu lagi, bodoh!
Bodoh?
Ya, dan bodohnya adalah begitu mudahnya mempercayai setiap huruf yang kau tuliskan!
Bismillaah, semoga Allaah memandaikan
Tidak apa-apa, diingkari!
Silakan ingkari semua kata-kata dan janjimu!
Padaku, tentu saja
Bahkan, yang baru beberapa saat lalu kau ucapkan pun ingkarilah
Aku tidak apa-apa
Toh, Allaah telah mencatat semuanya
Heiii, apa motivasimu?
PHP?
Oooh ... Bukankah kamu ini hamba yang shalih?
Hamba yang bertaqwa?
Tidak takut kah kamu pada Allaah?
Setidaknya, Allaah telah menyaksikan semuanya
Apa?
Innamal a'amalu binniyaaat?
O.K
Jadi, kalau memang niatmu hanya untuk PHP, kenapa dirimu sanggup melakukannya?
Tega sekali
Kejam!
Kalau itu sih, namanya kejahatan super profesional
Aku tidak apa-apa, hanya tidak menyangka saja
Kupikir huruf-huruf yang terangkai dalam setiap pesanmu itu kejujuran
Ketulusan
Kekuatan ruh hatimu
Tapi, sekali lagi, karena aku ini anak manusia yang masih ingusan
Aku, tertipu!
Tunggu, bagaimana dengan getaran suaramu?
Itu juga akting?
Hanya karena permintaan mamaku?
Oooh ... Hebat! Good, selamat, akting kamu nomer satu!
TOP!
Dan, bodohnya lagi, aku masih menyimpan semuanya dengan rapi
Mendengarkannya dengan seksama dan dalam tempo yang tak terbatas masa
Kamu, jahat sekali!
Harusnya, tak perlu kau lakukan apap pun!
Termasuk mengirim surat di inbox, yang aku yakin, itu juga akan kamu akui: Aku melakukannya karena permintaan Mamanya untuk motivasi
Astaghfirullaahaladhiim
Jadi, bagaimana aku harus membedakan, mana kata hatimu dan mana kata logikamu yang ditumpangi nafsu?
Tampaknya keren!
Bahasamu tingkat tinggi
Menyentuh pelataran hati
Jujur kah, itu ukan ketulusan?
Hikaaa
Hebat! Keren!
Kamu, berbakat besar jadi super star!
Kenapa tidak jadi bintang film saja?
Acting kamu, memukau!
Hikaaa
Maaf ya, kalau aku sinis dan sadis
Bukan apa-apa, kok
Ini, bentuk kepedulianku padamu
Agar apa?
Agar kamu menyadari sesuatu: Lakukanlah segala amal dengan tulus ikhlas karena Allaah!
Untuk apa kamu beramal, karena orang lain?
Itu yang ingin kutekankan padamu!
Masih banyak yang ingin kutuliskan tentangmu
Jadi, maafkan aku jika lembaran-lembaran blog ini, kupenuhi dengan tulisan-tulisan senada seperti ini
Yaaah, aku tidak mau sakit!
Aku harus bisa mengungkapkan semua isi hati, meski hanya dengan menulis seperti ini
Maaf ... Aku akan segera memberi tahu Mama soal ini!
Eeeh, bukan.
Aku bukan pengadu kok!
Aku hanya merasa dan berpikir, Mama harus tahu
Tak tega, kamu permainkan Mama seperti ini!
Oh ya, kamu boleh sakiti aku!
Tapi, tidak dnegan Mama!
Takkan kubiarkan!
Paham?
Thaaanks, see you!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belum ada tanggapan untuk "Well, I'm O.K ... Bismillaah"
Posting Komentar