Bismillaah
Duuuh, Ya Allaah, serapuh apa sih diriku? Hingga harus menangis darah seperti ini hanya karenamu?
Sosok yang bahkan batang hidungmu pun aku belum pernah melihatnya?
Okeee, aku memang pernah beberapa kali mendengar suaramu di telpon. Tapi, apa aku harus serapuh ini?
Duuuh, Ya Alllaah, aku harus bagaimana?
Well, oke, aku percaya padamu dan semua kata-katamu.
Semuanya!
Termasuk janji-janjimu.
Maafkan aku, jika harus serapuh ini.
Karena aku masih manusia, tentu saja!
Naifnya lagiii, dulu, aku orangnya kuat sekali loooh.
Tidak cengeng!
Tidak mudah menangis!
Cuek bebek mandi di kali malah.
Tapi, kenapa menghadapimu aku jadi menye-menye begini?
Oh, Yaa Allaah, apa cinta itu memang bersifat menguasai hati? Dan perasaan? Dan selera makan?
Kamu haru tahu, aku semakin kurus dan tirus sekarang!
Pasti, kamu tahu jawabannya: Karena mikirin kamu!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belum ada tanggapan untuk "Pohon Kelegaanku Tumbang"
Posting Komentar