On Salju

Leiden, 8 Juli 2015
Bismillaah

Salju,
Kamu tahu?
Saat ini, Okinohara benar-benar pasrah!
Memasrahkan semuanya kepada Allaah Ta'ala, Pemilik jiwa dan raga ini.

Biarlah, Salju!
Allaah, tidak akan tinggal diam.
Semua sudah maksimal.
Pojok mentok!
Full!
Sekarang ... Saatnya untuk berpikir cerdas, dan bersikap bijaksana!
Bertindak dengan pemikiran yang jernih dan hati yang bening!

Hanya itu, Salju
Insya Allah, dengan semua itu, semua akan menemukan muaranya
Yaaa, semuanya!
Semoga Allaah memberikan kemudahan
Melimpahkan kekuatan

Inilah hidup, Salju
Hidup ini bukan seperti rumus matematika yang tiga kali empat sama dengan dua belas. Tentu saja bukan seperti itu. Well, Okinohara pun masih harus banyak belajar tentang kehidupan ini
Tapi, yah, begitulah!

Okinohara sudah tahu semuanya kok.
Allaah membukakan semuanya dengan sempurna.
Sangat sempurna!
Tabir yang selama ini menggelapkan pandangan mata hatiku, telah tersingkap.
Alhamdulillaah ... Maka nikmat dari Tuhan-mu yang mana kah yang kamu dustakan?

Sesungguhnya, Allaah Maha Baik, Salju
Atas karunia-Nya, Okinohara jadi tahu. Semuanya.

Sakit?
Jelas!
Perih?
Jangan ditanya!
Kecewa?
Iya!

Tapi, itu tadi.
Sekian jam yang lalu.
Tidak sekarang.

Okinohara tidak mau sakit.
Sakit yang Okinohara derita saja sudah cukup.
Okinohara tidak mau merintih perih.
Rintihan harus dihentikan!
Segera!
Tak perlu ada kecewa!
Apalagi luka ... Cukup!

Sampai di sini, aku semakin memahami, apa itu hati!
Yaaah, hati.
Hati manusia.

Benarlah, ia itu dibolak-balikkan oleh pemilik-Nya.
Tidak tetap!
Yaa muqallibal quluubi tsabbit qalbii 'alaa diinik.
Aamiin

Ummm, Salju!
Sssttt ... Okinoahar tidak menyalahkan siapa pun.
Sudahlah
Biarlah!
Toh, smeua sudah diatur oleh Allaah Ta'ala.

Yang mau berdusta, silakan!
Yang mau ingkar, silakan juga!
Yang mau khianat, pintu terbuka lebar!

Yaaah, siap saja di Yaumil Hisab!

Okeee, Salju!
Thaaanks, Sayaaang:)
Mumumumu

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "On Salju"

Posting Komentar