Bismillaah
Cinta ... Kau Tahu
Aku tengah memandangi foto kami. Papa dan aku. Foto ini, 10:10:2010 tertera di sudut kanan bawah. Cantik sekali. Jadi, waktu itu, aku hampir sepuluh tahun? Ah, bahagianya!
Sunset di Kinderdijk menjadi backgorund-nya.
Semburat jingganya terpotret begitu mempesona!
Kami tertawa lebar, papa mendekapku dari belakang. Lihat, Cinta ... Tawa-tawa itu lepas sekali! Seolah tiada beban mendindih. Menggelak bersama awan yang lembut berarak. Aku, merentangkan tangan kanan dan tangan kiriku bergelayut pada lengan Papa. Oooh, pose-nya so sweet.
Jadi, waktu itu musim panas sedang hangat-hangatnya?
Lihat, Cinta, bahkan kami hanya mengenakan T-Shirt dan sepatu musim panas yang terbuka! Topi yang Papa kenakan, topi pandan yang dibelinya waktu jalan-jalan di Malioboro tahun 2009? Sepertinya, aku ingat semua itu. T-Shirt bergaris-garis vertikal berwarna biru, putih dan kuning dengan warna dasar merah maroon itu membuat Papa terlihat gagah. Celana pendek berwarna hitam dan sepatu kets kesayangan Papa (Masih cokelat tua) hehe tidak matching ya? Tapi tetap O.K. Hakakaka.
Aku mengenakan baju musim panas, berbunga-bunga tulip kecil. Berwarna-warni, tetapi didominasi oleh merah tulip yang khas. Aku ingat, Oma membelikannya di Hemma, waktu kami berjalan-jalan di sana. Dan, Cinta ... Aku telanjang kaki! Wooow, keren.
Sebentar, kenapa ya, aku telanjang kaki?
Oooh, iya.
Waktu itu, aku sedang bermain pasir dan Mama keberatan (Sedikit) kalau sampai pepasir masuk ke dalam sepatu baruku. "Akan sulit mencucinya, Honey," begitu kata Mama. Jadi, aku memilih untuk telanjang kaki. Hekekeke.
Kurayapi lagi, semuanya.
Di sekitar kaki kmai, ada beach toys-ku. Skop, ember dan beberapa kitchen toys. Piring, mangkuk, sendok, garpu dan cangkir-cangkir kecil. Oooh, iyaaa, aku ingat ... Kompornya tertinggal di tenda plastik (Di kamarku) dan aku sedikit ngambek waktu itu. Hekekeke.
Cinta ... Di sana, foto itu, seolah bahagia itu kekal.
Seolah, Papa tidak akan mendahuluiku menghadap-Mu. Namun, bukan itu maksudku. Aku bahagia dan Papa juga bahagia tentu saja.
Kebersamaan, Cinta.
Itu maksudku.
Aaah, jadi berlinang air mata lagi nanti!
Mumumumu, Papa. I love youuu, Papa.
Papa baik-baik ya di rumah Allaah ....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belum ada tanggapan untuk "Kuncupan Rindu"
Posting Komentar