And Then?

Bismillaah

So whaaat, kalau aku ini Indoland?
So whaaat juga, kalau Papa penduduk asli Belanda dan Mama penduduk asli Indonesia?
So whaaat, kalau aku jangkung dan bermata sipit?
So whaat juga, kalau aku cadel? Note: Tidak bisa mengucapkan r dengan jelas seperti orang Indonesia?
Aaand so whaaat jugaaa, kalau Papa dan Mama tidak punya kartu tanda penduduk media sosial?

Pertanyaannya hanya satu: Any problem?

Eeeh, maaf nih!
Aku tidak suka bersikap sinis apalagi sadis!
Tapi, yaaah maaf juga, menulis seperti ini. Habis kalian kepo banget sih!

Kan, aku udah bilang, tidak suka dikepoin!
Jadi teman yang baik saja kenapa sih?
Kalau aku sih orangnya gini, tidak diberi tahu artinya tidak perlu tahu. Gituh!
Jadi, kalau tidak diberi tahu, ya tidak usah tahu!
Kan, tidak perlu!

Eeeh.
Kurasa, bukan satu-satu loh aku ini.
Sahabat dan teman-temanku di sini juga gituh.
Semua ada tempatnya kaaan?

Empati, tetep!
Simpati, jalan!
Tapi kepo? No way!

Hekekeke
And theeen, kalian pasti seruuu deeeh kalau kuberi tahu Papa dan Mama yang tak punya satu akun pun di media sosial. Laaah, kepo lagi kan?
Mesti kalian mau nanya gini: "Terus, mereka berkaryanya bagaimana? Bekerjanya bagaimana? Berorganisasinya bagaimana?" Gitu kan? Hemmm.

Ya di dunia nyata lah!

Gampang kan?
Gitu saja kok repot! (Mengutip quote-nya Gus Dur).

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "And Then?"

Posting Komentar