Bismillaah
Rabb, jika esok aku tiada Semoga Engkau berkenan menggantungkan Roncean kataku ini di langit-langit angkasa Semoga dirinya nun jauh di sana Dapat membacanya Pun dia, mereka dan semua orang yang kusayangi Semua yang menyayangiku
--- Aku, Pertapa Pena di Kuil Suci Kata Mengeja aksara Taburan hadiah dari Rabb Yang Maha Murah Meroncenya dengan penuh cinta
Ini, untuk kalian
Hidup ini, Perjalanan Suci Bukan tujuan semata Berjalanlah dengan kesucian hati Agar serasi dengan sejatinya hidup
Hidup ini, Muara Hati Bukan cita-cita pun cinta Kayuhlah perahu-perahu kalian menujunya Berdamailah dengan badai dan gelombang
Karena hanya dengan berdamai itulah Kalian akan berlabuh Berjuanglah, dan terus berjuang Hingga kalian capai garis finish kehidupan!
---
Yaa Rabb, jika esok aku tiada Dimana Engkau tiada lagi mengamanahkan segala perkara Maka, kutitipkan pada-Mu semata Segala, yang selama ini tergenggam dama laci-laci amanah Yakin, Engkau Maha Baik, Mha Bijaksana
Leiden, 8 Agustus 2015
Belum ada tanggapan untuk "Jika Esok Aku Tiada"
Posting Komentar