Bismillaah
Red Tulip,
Mimisan ini begitu romantis Mengaliri lubang hidungku dengan mesra Sesak napas ini, juga saaangaaat romantis Membuatku terharu, Allaah menyayangiku Selalu
Aku yakin ... Ini, bagian dari cinta-Nya Hingga membuatku terjaga Dari Taman Mimpi Saat kurasakan darah merembes dari hidungku Kau tahu, Red Tulip
Aku tengah memetik dedaunan mimpi Ummm, mimpi yang saaangaaat indah Di sebuah taman bunga, penuh mekaran bunga Si sebagiannya bertabur sembulan kuncup-kuncup mungil Menawan hatiku, tertawan jiwaku
Lalu, saat kubuka kelopak mataku Aaah, mimisan lagi! Keeereeen, hekekeke Bahkan, aliran darahku pun berdzikir mengingati Rabb Mengajakku, mungkin ....
Leiden, 8 Agustus 2015
Belum ada tanggapan untuk "Memetik Dedaunan Mimpi"
Posting Komentar