Bismillaah
Satu di antara banyak topi yang kumiliki sejak masih kecil dulu, ada satu yang sangat terkenang. Paling terkenang, bahkan! Topi Pandan. Kalian tau? Topi pantai yang terbuat dari daun pandan. Masya Allaah, kereeen, bukan?
Aku mendapatkannya dari Eyang Putri waktu berlibur di Indonesia. Ummm, tahun 2003 lalu. Bulan Mei. Di Yogyakarta, tepatnya! It's exactly really nice and I love it so much.
Hihi. Eyang Putri, Eyang Kakung, Mama, Papa dan aku ... Semua pakai topi pandan waktu jalan-jalan ke Pantai Baron, Gunung Kidul. Pantai Baron ... Begitu cantik mempesona. Ombak putih, bebatuan karang dan bukit-bukit indahnya, memikatku seketika. Aku ingat, di sana kami bermain pasir dan ombak. Papa mengajakku mencari kerang! Wooow, masya Allaah. Aku senaaang sekali!
Mama membuat gunung dan goa-goa pasir, sementara Eyang Kakung dan Eyang Putri berteduh di bawah tenda payung. Banyak kenangan indah terukir di sana. Rasanya, sulit untuk meroncekannya satu per satu. Begitu lekat di hati, hingga tidak mudah untuk mengutipnya menjadi roncean kata.
"Papa, topi pandan Okino!" Aku menjerit-jerit. Debur ombak menghanyutkannya. Kulihat, Papa berlari mengejarnya.
"Kangmas, beware!" Mama mengingatkan Papa ada ombak menjulang datang menggulung-gulung.
"Paaapaaa, komt!" Teriakku, takut!
Tapiii, tra ra raaa ... Papa menghampiri kami dengan topi pandanku di tangannya! Whaaat? Darimana Papa baru saja? Hakakaka.
Belum ada tanggapan untuk "TOPI PANDAN"
Posting Komentar