Bismillaah
---Study Club---
Cayooo, hari ini ada yang paling spesial! Pembentukan Study club! Lompat-lompat, lonjak-lonjaaak! Jungkir baliiik, graaak!
Eeeh. Sorry. Aku terlalu senang. Memang, aku membutuhkan Study Club. Sangaaat! Masalahnya, selama ini kan aku sekolah di rumah. Eh, home schooling, jadi membutuhkan banyak waktu untuk menyesuaikan diri dengan alam sekolahku yang sekarang. Naaah, kata Bu Yeni, Wali Kelas sekaligus Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Study Club itu akan banyak membantuku. Keeereeen!
Tadi pagi, aku juga sudah bilang sama Mama dan Papa soal Study Club ini dan mereka senang. Hihi. Iyeees, tapi tetap saja aku mengingatkan Mama untuk segera mencarikan Indoland Home School untukku. Bagaimanapun, aku lebih nyaman sekolah di rumah. Privately dan security.
Sebenarnya siiih, Pauline juga senasib sama aku. Sama-sama sedang menunggu nasib baik, menemukan IHS. Hekekeke. Semoga, segera dipertemukan. Aamiin. Yaaah, Pauline sih terlihat enjoy di SMU itu. Tapi, yakin deeeh, dalam hatinua tetap tidak senyaman di IHS. Hihi.
***
"No, elo mau ikut kelompok apa?" Ummm, aku sih lebih memilih yang ada Pauline. How ever, setidaknya ada satu teman yang sudah mengenalku dan kukenal dengan baik. Itu juga sesuai advice Papa tadi pagi.
"Okino ikut kamu aja, Pi." Terlihat senang juga, Pauline mendengar jawabanku. Siiipooo.
"Berarti, gue masukin elo di kelompok gue ya? Eh, any way, dikasih nama apa ya, asyiknyaaa?" Duuuh, Pauline, baru di Inonesia beberapa bulan ajs sudh main elo-gue. Hekekee. Aku mengusulkan Smartiest untuk nama Study Club kami dan Pauline setuju. Katanya, dia yang ditugasi Bu Yeni untuk jadi ketua Club. Oke. Siiipooo.
***
Ribut! Kelas geger. Ini sih namanya kacau balau wacaaauuu! Bu Yeni menugasiku jadi ketu club-nya Shandy, Cute And Smart. Masalahnya adalah, Pauline sudah terlanjur merekrutku karena sebelumnya, aku belum ditugasi Bu Yeni untuk jadi ketua club. Sumpah, pingin nangis waktu tahu Pauline berkaca-kaca. Dalam hati, aku juga kecewa. Aku, sudah senang sekali bisa satu kelompok sama Pauline. Banyak hal yang membuatku senang bisa satu kelompok sama Pauline.
-Rumah berdekatan -Sudah lama saling mengenal -Sama-sama (Cerdas) -Sama-sama Indoland -Sama-sama cadel -sama-sama belum pernah sekolah umum -Sama-sama ingin (pergi ke bulan) dulu waktu amsih TK . . . Pokoknya, banyak faktor senangnyaaa. Hikaaa. So, what should I do?
"Ummm, maaf, Bu. Tapi, Okino sudah ikut di Smartiest" hikaaa, dan Okino yang memberinya nama. Sumpah, air mataku sudah merembes waku bilang ini. Tapi, Bu Yeninya kekeh, aku jadi ketuanya Cute And Smart.
"Okinohara, Ibu rasa, kamu akan lebih baik jika mengetuai Cute And Smart. Itu, peluang besar untuk kamu banyak belajar. Menyesuaikan diri dan kamu akan mengenal banyak teman yang lain. Sedangkan dengan Pauline, kalian kan bisa sering bersama di luar sekolah. Iya kan? Jadi, Ibu putuskan, kamu tetap di Cute And Smart." Kelas gaduh. Aku mengaduh-aduh. Kuterima lembaran kertas pink yang berisi Daftar Anggota Cute And Smart (semuanya, yang suka usil dan jahil sama aku dan jujur, mereka memanggilku dengan cadel!):
1. Shandy 2. Rara 3. Bella 4. Aga 5. Syahdu 6. Rindu Leader: Okinohara
Rasanya, aku ingin lenyap!
***
"Pi, sorry. Okino juga tidak menyangka akan seperti ini," di Kantin Sekolah, aku dan Pauline sharing masalah Study Club. Hikaaa. Kami sama-sama sedih. Apalagi kalau ingat, setiap hari, selama dua jam, kami akan bersama Study Club masing-masing. Aku, jujur nih, seeediiih!
"Iya. Gak pa-pa. Ya abis mau gimana lagi. Elo kan gak salah, No! Udah ah, ngapain sedih-sedih juga. Entar cepet keriput loh!" What? Ummm, itulah hebatnya Pauline. Aku suka sikapnya yang begini. Menenteramkan.
"Iyeees. Thanks ya, Pi?"
"Iye. Udah, jalanin aja. Elo juga sih, masih anak-anak udah masuk siniii. Haakakaka." What, aku dikatain anak-anak? Iiih, Pauline!
"Yeee, gituuu. Kan Mama yang masukin. Lagian, ngapain juga diterima sama Pak Kemapa?"
Hakakaka. Oke, oke. Masalah sudah kelar. Tinggal dijalani saja.
"Eh, elo harusnya bersyukur keterima di sini. SMU teladan se-Yogyakarta tau?" Oooh, gitu yaaa? Hihi. Oke, deh. Alhamdulillaah.
"Elo juga kudu syukur, pas tes lolos. Secara kan umur elo masih empat belas. Harusnya elo tuh masih SMP. Eh, ini udah kelas dua. Haha." Yeee, itu siiih, mana aku taaahuuu. Asal mengerjakan saja. Hehe.
Finally, hari itu selesai dengan indah. Sebelum bubar sekolah tadi, Pauline mngeucapkan thanks, sudah kukasih nama Smartiest untuk kelompoknya. Ciaaaiyooo!
---#---
Belum ada tanggapan untuk "Serial: Miss Jannah"
Posting Komentar