Bismillaah
Pauline's Birth Day A story by Sakura Sizuoka
Hari ini jadwal padat merayap. Mirip Malioboro saat weekend. Hemmm, berjubal memenuhi halaman agenda miniku.
-Berenang (10.00 - 11.30) -Indonesian Course (13.00-14.00) -Taekwondo (15.000 - 16.30) -Kelas Malam
Emmmm, kapan santianya niiih? Tanya aja siiih. Hihi. Soalnya, aku suka semua kegiatan itu. So, mendingan sekarang cipung. Terus, bermain sama Cimot sebentar. Terus, ummm, kemarin jam sembilan aku mau ngapain ya? Kok jadi lupa? Eeeh, mana itu note-ku?
***
"Honey, bangun," what? Bangun? Oh, jadi aku tertidur? Padahal sudah cantik begini, nih. Ummm, efek menonton The Jungle tadi malam. Sampai jam sebelasa, terus, boboknya jaaam satu. Eh, beneran. Soalnya, aku kudu mengerjakan home work dari Miss Hielda. Gawwwat.com banget kalau sampai tidak selesai.
"Ummmm, ngantuk, Mooom. Lengket matanya," sungguuuh, pingin tidur laaamaaa. Seminggu kalau perlu! Eh.
"Iya, ngantuk. Tapi ini sudah siang. Buruan cuci muka, sikat gigi, nanti telat berenangnyaaa," jiaaah, Mama. Iya, iya, sebentar.
"Habis itu, langsung berangkat ya? Diantar Pak Sono. Mama ada klien yang mau ketemu." Siiip. Aku suka diantar Pak Sono. Hihi. Kan, dia nurut sama instruksiku.
"Oke, Mooom. Boleh bawa Ci ...," mot kan? Eeeh, Mama sudah pergi? Emang susah ya kalau mata lengkeeet. Yuuuk, ah, banguuun! Bersemangat!
***
Merapi View memang siiipooo. Kolam renangnya cihuiii baaangeeet! Yuuuk, segeeeraaa, tidak pakek lama.
"Ndoro Alit, ada telepon dari Non Pauline," Pak sono mendekatiku yang lagi sibuk menenangkan Cimot. Dia agak takut kalau dibawa ke kolam renang. Hihi. Maklumlaaah namanya juga hamster!
"What? Pauline? Telepon ke nomer Pak Sono?" Oh, iyaaa, aku kan tidak punya HP. Eeeh, sama Mama belum boleh bawa HP. Bahaya katanya. Emang HP ada virusnya yaaa?
"Yeeeheees, Pauline. Okino lagi berenang niiih," loooh? Kok, Pauline sedih gitu? Kok nangis gitu? Ada apaaa, yaaa?
"Okeee. Selamat berenang, Nohara," loooh, kok terisak-isak gituuuh. Emang, aku salah ya, berenang? Kan ini jadwalku les? Kan Pauline sudah tahu? So ...? Haaa? Astahgriullaah, kan hari ini kan ....
"Ummm, halo, halo, Paulineee? Halooo, Pauline?" Tak ada jawaban sambungan sudah putus! Dan aku pingin cepet-cepet tenggelam di kolam renang. Biar ma .... Eeeh, jaaangaaan. Hikaaa.
***
"Nggih, Ndoro Putri. Ini, Ndoro Alit minta pulang. Ndak jadi berenang," Pak Sono ditelepon Mama. Itu biasa. Mama itu keeereeen, loooh! Bisa ngawasi aku sampai full 24 jam! Hekekeke. Yaaah, kadang-kadang jeeenuuuh. Pinginnya tidak diawasi ... Eeeh, hihi.
"Nggih, Ndoro. Siap. Ini sudah sampai di Tugu," yeeeaaah, semakin lama telepon, semakin lama sampai di rumah. Dan itu artinya, Pauline harus menangis-nangis darah menungguku mengucapkan: "Happy birthday, Paulineee. Cieeeh, yang sudah tujuuuh beeelaaas!"
"Pak Sono, bisa cepaaat? Okino terlambat nih." Terlambat! Iii, jeeengkeeel. Pak Sono malah mengangguk-angguk gituuuh, seolah Mama ada di depannya. Dan lagi mengomelinya!
"Inggih, Ndoro Alit. Kita berangkat. Kan, ndak enak kalau Ndoro Putri telepon terus saya abaikan." Abaikan? Siapa juga yang suruh? Aku cuma pingiiin cepat sampai di rumah. Mengambil kado yang aku lupa menyimpannya di mana terusss ke rumah Pauline!
Mobil melaju, meredakan kejengkelanku yang mengharu biru. Jiaaah!
***
Pauline di kamarnya. Kata pembantunya, aku di suruh langsung masuk. It's O.K. As always.
Tok, tok, tok! "Assalamu'alaykum, Pi. It's me. Okino,"
Yeee gituuu, dicuekin! Salam tidak disahut, eh, pintu tidak dibuka! Tidak aaasyiiik! Hemmm.
"Sorry, Pi. Tadi itu, aku kelupaan sungguhan. Bukan buatan apalagi permainan!"
Yeee, senyaaap! Hemmmm. Kesalahanku besar bangeeet yaaa? Hikaaa.
"Piii, please dooong bukain pintunyaaa,"
Hem. Ehem. Ehem! Didobrak aja kaliii yaaaa? Hikaaa.
"Heeelp, heeelp!" Seseorang menutup mataku pakek kain. Dari belakang, dan gelaaap! Aku taaakuuuut!
"Sssttt," sssttt, bagaimana? Aku sungguhan taaakuuut! Aaah, tidaaak seeeruuu. Mana mulutku dibungkam laaagiii! Ini siiih, e*an!
Orang itu membawaku berjalan mundur. Jelas aku meronta-ronta. Berusaha berteriaaak, menjeriiit, apa pun agar ada orang yang sesegera mungkin datang menolongku. SEGERA!
Kalah. Orang itu kuat sekali. Emang, pembantunya Pauline ke mana sih? Pauline, ke mana? Masak siiih, tidak ada orang. Lemaaas! Aku akhirnya menyerah, tapi, otakku sibuk mengingat-ingat ruangan-ruangan yang ada di rumah ini. Pintu masuk, pintu darurat. Eh, ini bukan penculikan kan?
Haaa? Whaaat? Jangan-jangaaan, Pauline di cu ...? "Lik" dalam hati aku semakin taaakuuut. Yakin, keringat dingin membanjiri tubuhku!
"Happy birth day Paluine ...." Suara itu serempak. Kompak. Aku kenal salah satunya. Ovy. Yaaa, tak salah lagi. Dan, kalau kepeekaanku masih tajam seratus persen, ini, ruang bermainnya Pauline. Jaaadiii? Pauline mengerjaiku! E*aaan!
Mataku dibuka. Orang itu melepaskan bungkamannya! Dan ....,
"Piii, teeegaaaa!"
"Biarin, habiiis kamu teeelaaat! Nglupain ulang tahunku. Padahal kamu sendiri kan yang buat tema sama konsepnyaaa,"
Hikaaa. Iyaaa deeeh, what ever: "Lang zal je leven, Piii,"
The End
Belum ada tanggapan untuk "Pauline's Birth Day"
Posting Komentar