Bismillaah
Rabb, Rindu Abadiku Entahlah ... Sejak kejadian itu, aku semakin rindu pada-Mu Rinndu pada perjumpaan dengan Wajah-Mu Rindu pada perjumpaan abadai Dimana tiada jeda menghela Tiada udara yang merenggangkan lagi Dekapan kita
Rabb, Rindu Terindahku Entahlah ... Harus dengan bahasa apa Aku mengungkapkan semua ini Buncah rasa yang tiada terbendung lagi Seperti jebolnya tanggul-tanggul besar Membludak! Aku, tiada kuasa menahannya lagi, Rabb Kerinduan ini begitu kuat!
Rabb, Romansa Rinduku Entahlah ... Harus dengan kata yang mana Aku meroncekannya Betapa butiran rindu ini memenuhi pelataran hati Menyerbuk semerah darah Mengaliri rongga-rongga cinta Memaksaku untuk melinangkan air mata Sungguh, aku tak kuasa Izinkan aku menanyakannya, Rabb Bila kah, perjumpaan itu?
Rabb ... Aku hanyalah hamba-Mu Dhaif dan faqir itu sandanganku Hanya kepada-Mu aku menuju Merindui-Mu itu merdu Mengalun di setiap nada tercipta Oleh hembusan napas, degup jantung, denyut nadi Aku tak berdaya
Kupikir, April lalu itu saat-Mu Menjemputku menuju alam keabadaian Hekekeke, ternyata benar Kata-Mu Maut itu hak mutlak-Mu Tiada yang dapat mengusik barang seditik Tiada yang dapat merubah barang seinchi Hakakaka, Engkau Maha Kuasa Atasku dan atas semua makhluk ciptaan-Mu
Kupikir lagi, sejak saat itu Engkau akan menjemputku Dalam waktu dekat dan aku berjingkat-jingkat Penuh hasrat melompat-lompat Menyiapkan diri menyambut-Mu Hakakaka, benar kata-Mu, Rabb Maut itu hak mutlak bagi-Mu Tiada yang dapat mengusik meski sedetik Tiada yang dapat mengubah meski seinchhi Hanya Engkau Yang Berkuasa atasnya
Rabb ... Aku malu Meski begitu, masih seperti ini Berbalur dosa Bertabur maksiat Aaah, aku memang payah! Merindui-Mu tapi diri masih saja seperti ini Aaah, apakah Kau pun rinduiku, Rabb? Hanya Engkau Yang Tahu
Dan aku percaya, selama aku terus berjuang Terus berusaha Memperbaiki diri, memantaskan diri Engkau akan memberikan yang terbaik untukku Di hadapan-Mu
Hingga ujung waktu-Mu nanti Rindu ini akan selalu bersemi, Rabb Mekar mewangi bersama harumnya kelopak cinta Mewarnai taman hatiku Yang kucipta untuk-Mu
Belum ada tanggapan untuk "Selantun Nada Rindu"
Posting Komentar