Dear Lovely Mama,

Bismillaah

Leiden, 12 Agustus 2015

Dearest Lovely Mama, Assalamu'alaykum warrahmatullaahi wabaarakaatuh

Mama, Okino mengerti bagaimana kesedihan Mama. Okino juga memahami bagaimana kekecewaan Mama. In syaa Allaah, Okino mengerti semua itu, Mama.

Mama, mari kita saling memeluk Saling mendeka Erat! Hingga detak jantung kita menyatu Mendegupkan cinta

Okino bahagia, Mama. Okino baik-baik saja. Tidak apa-apa. Mama, tidak usah bersedih lagi ya? Allaah sudah mengatur semuanya dengan sebaik-baiknya. Bukan kah begitu, Mama? Mama sering menasehati Okino dengan hal itu. Allaah selalu memberi yang terbaik bagi setiap hamba-Nya. Naaah, Mama. Termasuk Okino. Termasuk Mama. Kita. Allaah telah mengatur semuanya dan Allaah pasti memberikan yang terbaik. Untuk kita.

Termasuk dalam kaitannya dengannya. Okino tidak apa-apa, Mama. Okino baik-baik saja. Tatap mata Okino, Mama. Di sana, Allaah tahtakan bahagia dan damai nyata. Jika dia harus pergi. Dia harus ingkar janji. Dia harus dusta. Dia harus khianati kita ... Okino akan tetap bahagia. Okino akan baik-baik saja.

Okino ikhlas, Mama. Okino bingat pesan Papa. Dulu ... Segala yang pegi dari hidup kita, itu bukan hak kita. Begitu, kata Papa, Mama. Artinya, jika dia pun pergi, itu berarti ... Bukan hak Okino.

Sederhana, Mama. Tak perlu kita bersusah payah menahannya, untuk tetap di sini. Biarlah! Allaah memutuskan yang terbaik untuk Okino. Untuk kita.

Mama, senyum ya? Okino ingin, Mama selalu bahagia. Semoga Allaah selalu membahagiakan Mama. Aamiin.

Wassalamu'alaykum warrahmatullaahi wabaarakaatuh Loves, Mama's Gendhuk Honey

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Dear Lovely Mama,"

Posting Komentar