Desir Asa

Bismillaah

Desir Asa A poem by Sakura Sizuoka

Bukan, aku bukan pepasir di tepian pantai Yang begitu sabar mengikuti tarian angin Yang begitu kuat menghadapi gulungan gelombang Yang begitu begitu tegar diterpa panas mentari, sepanjang hari

Lalu, memutar dirinya mengikuti putaran waktu Panas dan dingin silih berganti Berpelukan di semua sisi Menerima semua yang ada dan terjadi

Pun tiada surut menempuhi hidup! Bukan, aku bukan ia yang rela dipermainkan Dijadikan goa-goa atau gunung-gunung Digali, diinjak-injak dipukul-pukul

Namun, kau perlu tahu, desir asa yang membuat hatiku bergerak ke depan Meninggalkan masa lalu dan menjadikannya pijakan Menatap jauh ke depan! Menggapai cita, mimpi dan harapan!

Leiden, 21 Juli 2015 Selarik Salam (Puisi pendek) by Sakura Sizuoka

Wahai, Semesta Jagat Mungkin inilah saatku harus kembali Bersemayam di Pertapaan Hati Selamat tinggal ... Semoga esok bersua kembali

Leiden, 21 Juli 2015

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Desir Asa"

Posting Komentar