Dearest Fatin,

Bismillaah

Sungguh, aku ingin ke sana menemanimu. Duduk berdua di bangku taman, menghabiskan hari bersamamu. Akan kuseduhkan untukmu, Green Apple Tea tawar kesukaanmu. Lalu, pada saat masih paanas, kau akan menyeruputnya dengan nikmat. Senyummu di tepian cangkir dan gumammu menyapa Green Tea Apple tawar itu ....

"Hello, Green Tea Apple Tea. Thanks for coming,"

"Jangan lupa baca Basamallaah, Fatin," aku mengingatkamu. Meski kutahu, kau tidak akan melupakannya. Kau akan berdeham ringan dan samar kudengar kalimat Bismillaah, terucp syahdu dari mulutmu. Seruputan pertama.

"Thanks, Nohara. Sudah membuatkanku minuman senikmat ini."

"You're wellcome, Fatin. Nikmatilah. Semua dari Allaah,"

Rasanya, moment itu baru kemarin sore. Iya Fatin, aku merasakan seperti itu. Sebelum akhirnya Rabb berkehendak lain. Ah, Fatin. Aku takut. Takut sekali! Kau tahu apa yang kutakutkan?

Iya, benar, Fatin. Aku takut kehilangan diriku sendiri. Karena, bila ingatan tentangmu menghilang, aku linglung. Hilang. Berselancar di hutan-hutan yang dipenuhi salju. Tersesat!

Fatin, Di mana letak Surga? Apakah itu jauh?

Aku merinduimu, Fatin Dengan rindu yang semakin menggunung tinggi Nyaris mencapai langit Menjulang! Jika ini terjadi, aku hanya bisa memandangi fotomu Tentu saja ... Air mata berurai panjang dengan semua kenangan kita

Maafkan aku, Fatin Jika tidak pernah bisa melupakanmu I love you

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Dearest Fatin,"

Posting Komentar