Sakit Itu Hadiah

Bismillaah

Dulu, dulu sekali, setiap sakit aku pasti rewel. Menangis sepanjang waktu. Tidak mau makan. Tidak mau minum. Susah tidur. Tidak mau turun dari gendongan Papa. Sampai-sampai, Papa harus libur bekerja. Ini, kata Mama.

Waktu aku sudah mulai "bisa" mengingat, hehe aku, kalau sakit ternyata benar-benar rewel! Hikaaa. Tidak hanya rewel kalau menurutku. Yaa Allaah. Papa sama Mama sampai kebingungan. Cemas dan panik, karena aku sulit untuk ditenangkan. Aku ingat ... Masih sekolah di Play Group, dan aku demam. Mulai demamnya tengah malam. Sejak itu, sampai beberapa malam, aku lengket di gendongan Papa. Hikaaa. Sampai Papa mau ke toilet sebentar saja, aku menangis membahana. Eh. Aku, sejak kecil memang lebih dekat sama Papa, dibanding Mama. Tidak tahu kenapa. Tapi, aku cinta Mama dan Papa kok, dengan cinta yang sama! senyum

Itu dulu, waktu aku masih toadler. Naaah, waktu sudah agak besar, setiap sakit aku tidak sebegitu rewel lagi. Paling-paling, merengek saja setiap harus minum obat. Aku tidak sering sakit sih, tapi, kalau sakit tuh mesti yang paaaraaah gituh. Hikaaa.

Kena typhus, pernah. DBD, pernah. Cacar air dan rata-rata demam.

Aku, kena typhus waktu berlibur di rumah Eyang, di Yogyakarta. Jadi, begitu mendarat di Bandara Adi Sucipto aku sudah mulai demam. Sampai di rumah Eyang, semakin demam. Eh, waktu di bawa ke Dokter, menjalani beberapa uji laborat, ternyata kena typhus. So, liburanku diisi sakit. Tapi, karena sudah agak besar, aku tidak serewel waktu toodler. Tapi, yaaah merengek gitu waktu harus disuntik-suntik. Alhamdulillaah, Papa dan Mama sellau sabar dan telaten menghadapiku.

Aku ingat, Papa mengatakan, "Little Angel liburannya amazing, ya? Allaah hadiahkan sakit ...," hekekeke. Sejak itu, yang terrekam dalam benakku, sakit itu hadiah!

Naaah, waktu kena DBD, aku sama Papa dan Mama sedang berlibur di Subud. Hihi. Sakitnya, mesti pas berlibur nih yeee? Hekekeke. Saat itu, aku berumur tujuh tahun. Leeemaaas rasanya. Duh, terpaksa aku meraung-raung waktu harus diambil darahnyaaa. mengerikan Setiap enam jam, harus diambil darahnyaaa, untuk mengetahui perkembangan trombositku! Menurutmu, mengerikan tidak sih? Hikaaa. Jadi, liburan kali itu, full diisi dengan sakit lagi. Hadiah. :)

Selebihnya itu, di Leiden. :) Kena demam dan yaaah, flu dan pilek gituuuh. :) Hadiah.

Satu yang ingin kutuliskan di sini, sakit itu memang benar-benar hadiah dari Allaah. Dan, aku semakin menyadarinya, tadi pagi. Betapa nikmatnya, rasa sakit ini.

Dengan sakit, aku jadi lebih dekat sama Allaah. Dengan sakit, aku jadi lebih banyak mengingat Allaah. Dengan sakit, aku jadi lebih bisa mensyukuri nikmat Allaah. Dengan sakit, Allaah hadirkan orang-orang terdekat dan menyayangiku. Dengan sakit, Allaah ajarkan kesabaran. Dengan sakit, Allaah ajarkan kekuatan. Dengan sakit, Allaah teguhkan keyakinan, Allaah mencintaiku.

Benar, sakit itu hadiah!

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sakit Itu Hadiah"

Posting Komentar